Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

FLUKTUASI HARGA KOMODITAS PANGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP INFLASI DI PROVINSI BANTEN Astari Febriani Setiawan; Adi Hadianto
Journal of Agriculture, Resource and Environmental Economics Vol. 1 No. 2 (2014): Jurnal Ekonomi Pertanian Sumberdaya dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.615 KB) | DOI: 10.29244/jaree.v1i2.11804

Abstract

Banten Province has a fluctuation inflation. The highest inflation is contributed by food category. Therefore, the price of food commodity become an important issue in the province of Banten. This research analyze the prices of food commoditiy, such as rice, corn, curly red chili,  onion, beef, chicken meat and layer egg. The purposes of this research are, to describe the food commodity price developments in Banten using descriptive analysis, to analyze fluctuations of food commodity prices and their impact on inflation in Banten using VAR models (Vector Autoregression), to analyze the inflation linkages between regions around Banten using Granger Causality. The results show the developments of commodity prices such as rice, corn, curly red chili, onion,beef, chicken meat and layer eggs generally showed an upward trend. VAR analysis results showed that in the short term only curly red chili which have a significant impact on inflation in Banten. On the long-term there are six commodities that impact significantly on inflation in Banten, those are beef, corn, rice, chicken meat, layer egg and red chili curly. The results of Granger causality test show that there is only one way relation that is Banten inflation affecting Lampung inflation.
The Spatial Effect of Agricultural Sector Growth in West Java: A Spatial Approach to Panel Data Adi Hadianto; Harianto Harianto; Bonar Marulitua Sinaga; Bagus Sartono
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 27 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.27.3.332

Abstract

The agricultural sector is strategic and the third-largest contributor to the GRDP of West Java Province, but its growth has slowed during the 2016–2019 period. The slow growth rate can be caused by the determinants of the growth of the agricultural sector itself and is very likely to be affected by the spatial interaction between regions in the province. Therefore, this study aims to analyze the spatial effect between regions on the growth of the agricultural sector in West Java and identify the factors that influence the growth of the agricultural sector within the province by using spatial analysis of panel data. The results reveal that the appropriate model is a fixed effect spatial error model, which shows an effect of spatial interaction between regions on the growth of the agricultural sector in West Java Province. The factors that affect the growth of the agricultural sector are agricultural credit, agricultural road infrastructure, and diversification of economic activities. Keywords: agricultural sector growth, spatial autoregressive, spatial error model, spatial panel data
Analisis Komponen Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bogor dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Dedi Budiman Hakim; Adi Hadianto; Dian Verawati Panjaitan; Windi Wijayanti
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 2 (2023): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v1i2.30

Abstract

Perekonomian Kabupaten Bogor saling terkait antar sektor dan antar wilayah. Tumbuh dan berkembangnya Kabupaten Bogor sangat dipengaruhi oleh aspek spasial dan komponen-komponen lain penentu pertumbuhan wilayah Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, perlu dianalisis komponen penentu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor dan faktor-faktor yang menjadi penentu pertumbuhan ekonomi wilayah itu sendiri. Metode analisis komponen pertumbuhan adalah LQ, SS, SQx, LQx, MC, dan SP. Sedangkan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor digunakan metode OLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa industri pengolahan merupakan salah satu sektor ekonomi yang menjadi basis dalam pembangunan ekonomi di Kabupaten Bogor. Disamping itu, terdapat sektor lain yang  memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor. Semua sektor ini tidak berdiri sendiri dan memiliki posisi saling mendukung baik sebagai sumber pasokan (backward linkages) maupun pasar produk (forward linkages). Faktor-faktor yang signifikan memengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah luas wilayah, populasi, dan jumlah koperasi. Dalam konteks pertumbuhan ekonomi, fokus pembangunan dapat diarahkan pada sektor basis di setiap kecamatan. Namun agar terjadi pemerataan pembangunan (equity), pengembangan pertanian dalam arti luas dan kehutanan tetap menjadi prioritas karena banyak masyarakat yang tergantung kehidupannya dari kedua sektor ini.Kata Kunci: basis, ekonomi, kecamatan, pertumbuhan
Analisis Komponen Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bogor Periode 2016-2019 Dedi Budiman Hakim; Adi Hadianto; Dian Verawati Panjaitan
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 1 (2022): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62389/bina.v1i1.8

Abstract

Penetapan sektor prioritas penting dilakukan untuk mengetahui kebijakan khusus yang diperlukan untuk mendukung pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, kebijakan tersebut dapat diterapkan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sektor-sektor basis dengan menggunakan model Location Quotient (LQ) dan untuk mengidentifikasi komponen-komponen pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan analisis Tipologi Klassen dan Shift Share (SS). Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor basis di Kabupaten Bogor adalah Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, pertambangan, industri pengolahan, penyediaan air, pengelolaan limbah, dan limbah dan daur ulang memainkan peran yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi. Dua komponen dominan yang menentukan pertumbuhan ekonomi adalah faktor wilayah (perekonomian Provinsi Jawa Barat) dan keunggulan kompetitif beberapa sektor di Kabupaten Bogor. Pemerintah dapat fokus pada sektor-sektor utama dengan menetapkan instrumen fiskal yang memberikan dampak berganda terhadap perekonomian Kabupaten Bogor.
Ecotourism Development Potential Based on Environmental Comfort in Gunung Walat University Forest Area, Sukabumi, Indonesia Agustian, Rozi; Rusdiana, Omo; Hadianto, Adi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.15.4.544

Abstract

Gunung Walat University Forest (GWUF) in Sukabumi, West Java, serves as a centre for training, education, and research in forestry. This research analyses the environmental comfort of GWUF, focusing on thermal comfort, visual aesthetics, and visitor perceptions related to their suitability in conducting ecotourism development to increase GWUF income in realizing sustainable forest management. Data was collected from November 2023 to February 2024 at three locations in the GWUF by measuring air temperature and humidity. Interviews were conducted with respondents experienced in landscape assessment to evaluate the aesthetic level of 10 objects in GWUF, and interviews with visitors on aspects of GWUF management and presence. The Thermal Humidity Index (THI), Scenic Beauty Estimation (SBE), and Likert scale analysis were also used. The results showed that the GWUF area was in a comfortable thermal condition. The value varied and became a new attraction, one of which was the beauty of the GWUF cave. Overall, visitors rated the air quality and natural beauty positively; however, there are some points to note regarding the availability of facilities and the accessibility of the site, highlighting areas for improvement in management.
Analisis Ketersediaan Luas Lahan Sawah dan Pemenuhan Kebutuhan Beras di Kabupaten Bogor Amanda, Dea; Firdaus, Nisrina Shinta Ayudya; Hadianto, Adi
Jurnal Agrisep Vol 25, No 2 (2024): Volume 25 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agrisep.v25i2.42154

Abstract

Ketahanan pangan di tingkat daerah tidak hanya mendukung kesejahteraan masyarakat secara langsung, tetapi juga meminimalkan ketergantungan pada distribusi pangan dari daerah lain yang rentan terganggu oleh berbagai faktor. Penurunan jumlah luas lahan sawah di Kabupaten Bogor berpotensi menyebabkan menurunnya produksi pangan daerah sehingga ketahanan pangan lokal dapat tidak tercapai. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi luas lahan sawah di Kabupaten Bogor serta meramalkan pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Bogor sampai dengan tahun 2025. Hasil penelitian menemukan bahwajumlah petani berpengaruh signifikan terhadap ketersediaan luas lahan sawah. Berdasarkan estimasi, diketahui perkiraan produksi beras dan kebutuhan konsumsi masyarakat terus meningkat hingga tahun 2025. Meskipun demikian, permintaan beras tumbuh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan produksinya. Sehingga, diprediksi bahwa hingga tahun 2025 pemenuhan sebagian kebutuhan beras di Kabupaten Bogor masih harus dipenuhi dari produksi daerah lainnya.
Analisis Efisiensi Produksi dan Pendapatan Usahatani Bunga Krisan di Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur Alfarezy, Akbar; Hadianto, Adi
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 1 No. 1 (2022): June 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v1i1.41794

Abstract

Bunga krisan merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Cianjur dan Kecamatan Sukaresmi adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Cianjur yang memiliki luas panen terbesar untuk bunga krisan namun produktivitasnya berfluktuasi. Produktivitas yang tidak menentu mengindikasikan penggunaan input yang belum efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi bunga krisan di Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, 2) menganalisis efisiensi produksi bunga krisan, dan 3) menganalisis pendapatan usahatani bunga krisan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas dan estimasi dengan Ordinary Least Square (OLS), Nilai Produk Marginal untuk analisis efisiensi, dan analisis pendapatan untuk menganalisis pendapatan usahatani bunga krisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan dan bertanda positif terhadap produksi bunga krisan adalah tenaga kerja dan pestisida, serta penggunaan input belum efisien sehingga diperlukan penambahan tenaga kerja, pupuk NPK, pupuk kandang, pestisida dan lahan serta pengurangan jumlah bibit. Berdasarkan hasil analisis pendapatan dapat disimpulkan bahwa usahatani bunga krisan menguntungkan karena nilai R/C rasio lebih dari satu. Chrysanthemum is one of the leading commodities in Cianjur Regency. Sukaresmi District is one of the sub-districts in Cianjur Regency which has the largest harvest area for chrysanthemum but the productivity is fluctuated. Uncertain productivity indicates inefficient use of inputs. The aims of this study are 1) to analyze the factors that influence the production of chrysanthemums in Cikanyere Village, Sukaresmi District, Cianjur Regency, 2) to analyze the efficiency of chrysanthemum production, and 3) to analyze the income of chrysanthemum farming. Data analysis was performed using the Cobb-Douglas production function and estimation with Ordinary Least Square (OLS), Marginal Product Value for efficiency analysis, and income analysis for analyzing chrysanthemum farming income. The results showed that labor and pesticides had a positive and significant effect on producing chrysanthemum flowers. Moreover use of inputs was not efficient, thus farmer need to add additional labor, NPK fertilizer, manure, pesticides as well as a reduction in the number of seeds. Based on the results of income analysis, it can be concluded that chrysanthemum farming is profitable because the R/C ratio value is more than one.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Petani Bawang Putih Menggunakan Kredit Usaha Rakyat di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur: Factors Influencing Micro KUR Adoption (Case Study: Garlic Farmers in Sembalun District, East Lombok Regency) Adelia Amna, Dhia; Hardjanto, Arini; Hadianto, Adi
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i1.50775

Abstract

Daerah sentra bawang putih di Indonesiasalah satunyaberadadi Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat.Produktivitas bawang putih yang tinggi di Kecamatan Sembalun tidak diimbangi dengan harga input usahatani yang stabil dan harga jual yang menguntungkan, sehingga memengaruhi pendapatan petani dan ketersediaan modal. Salah satu alternatif tambahan modal usahatani yangtersedia bagipetani bawang putih di Kecamatan Sembalun adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro. Berdasarkanhaltersebut penelitian ini bertujuanuntuk(1) mengidentifikasi prosedurKUR Mikro kepada petani bawang putihdi Kecamatan Sembalun,(2)menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani bawang putihdi Kecamatan Sembalun menggunakan KUR Mikro.Penelitian ini menggunakanmetode analisis deskriptifdananalisis regresi logistik biner dengan metode logit. Berdasarkan analisis yang dilakukan, penelitian ini menunjukkanbahwa terdapat dua tahapan yang perlu dilalui petani calon nasabah untuk dapat mengajukanKURMikroyaitu pemenuhan kelengkapan berkas dan pengajuan berkas permohonan KUR Mikro.Hasil analisis regresilogistik memperlihatkanfaktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani bawang putih menggunakan KUR Mikro adalah usia, luas lahan, lama usahatani, pendapatan, frekuensi KUR Mikro dan keikutsertaan kelompok tani. The Sembalun district serves as a primary center for garlic production in Indonesia. Despite the high productivity of garlic, the area faces challenges related to unstable farm input prices and fluctuating selling prices. This volatility significantly impacts farmers' incomes and the availability of capital for subsequent farming seasons. To address this issue, some garlic farmers in Sembalun district opt for microcredit financing as an additional farm capital source. This study aims to (1) Identify the microcredit distribution procedures for garlic farmers in Sembalun district. Analyze the influencing factors behind garlic farmers' decisions to utilize microcredit. The research uses descriptive analysis methods and binary logistic regression analysis employing the logit method. Findings reveal a two-stage process for prospective customers to apply for microcredit financing, involving complete file fulfillment and submission of microcredit application files. Regression analysis results indicate that significant factors influencing garlic farmers' decisions to use microcredit include age, land area, years of farming experience, income, frequency of microcredit usage, and participation in farmer groups.
Analisis Capaian Program Swasembada Beras di Pulau Jawa: An Examination of the Rice Self-Sufficiency Program's Achievements on Java Island Hadianto, Adi; Dewi Raswatie, Fitria; Virgiani, Vania
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i2.51682

Abstract

Beras merupakan makanan pokok sebagian masyarakat Indonesia sehingga swasembada beras menjadi agenda penting pada RPJMN 2015-2019. Indonesia dinyatakan mampu mencapai swasembada beras tahun 2016 dan tahun 2019-2021. Strategi peningkatan produksi dan produktivitas sektor pertanian pada Renstra Kementan 2020-2024 menjadi upaya agar swasembada beras dapat berkelanjutan. Produksi beras Indonesia paling banyak dihasilkan oleh Pulau Jawa namun peningkatan produksinya relatif kecil. Hal ini dikhawatirkan menimbulkan permasalahan ketahanan pangan dan menganggu keberlanjutan swasembada beras karena Pulau Jawa memiliki jumlah penduduk yang banyak dengan tingkat konsumsi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan produksi dan konsumsi beras di Pulau Jawa, memproyeksikan produksi dan konsumsi beras di Pulau Jawa dan hubungannya dengan swasembada beras, dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi padi di Pulau Jawa. Metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif, Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA), dan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan pada periode tahun 2000-2021 produksi beras di Pulau Jawa cenderung meningkat setiap tahunnya sedangkan konsumsi beras terus menurun tetapi tahun 2016-2021 mulai kembali meningkat. Hasil proyeksi produksi dan konsumsi beras menunjukkan pada tahun 2027 swasembada beras di Pulau Jawa sudah tidak dapat dicapai. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi produksi padi yaitu tenaga kerja dan jumlah pupuk SP-36.
Strategi Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca pada Budidaya Padi di Indonesia: Strategy to Reduce Greenhouse Gas Emissions on Padi Cultivation in Indonesia Audya Nurul Fathia; Hadianto, Adi; Fitria Dewi Raswatie
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 3 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v3i1.54757

Abstract

Kegiatan budidaya padi merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) yang paling signifikan dalam bentuk gas metana. Meningkatnya konsentrasi GRK menyebabkan terjadinya perubahan iklim yang dipicu oleh peningkatan suhu permukaan laut. Oleh karena itu, diperlukan upaya mengurangi emisi GRK dari kegiatan budidaya padi yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dapat dilakukan untuk mengurangi emisi GRK dari aktivtias pertanian budidaya padi dengan tetap mempertimbangkan tingkat produktivitasnya. Untuk menjawab tujuan penelitian, digunakan pendekatan studi literatur dan jenis data sekunder. Hasil analisis menunjukan bahwa teknik budidaya ramah lingkungan adalah hal penting untuk mengurangi tingkat emisi dari aktivitas budidaya padi yang dilakukan. Upaya tersebut antara lain penggunaan varietas padi rendah emisi, pengaturan air, penggunaan teknologi irigasi berselang, teknik Alternate Wetting and Drying, pemilihan musim tanam, pemilihan teknik budidaya ramah lingkungan, serta penggunaan pupuk dan bahan organik dengan bijak. Upaya-upaya tersebut menjadi alternatif solusi untuk dapat dilakukan karena petani mampu beradaptasi dengan tetap mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya yang ada. Hal ini sangat penting untuk menjamin ketersediaan pangan berkelanjutan bagi penduduk. Rice cultivation activities are one of the most significant contributors to greenhouse gas (GHG) emissions in the form of methane gas. Increasing GHG concentrations cause climate change, triggered by rising sea surface temperatures. Therefore, efforts are needed to reduce GHG emissions from environmentally friendly rice cultivation activities. This research aims to analyze strategies that can be implemented to reduce GHG emissions from rice cultivation agricultural activities while still considering the level of productivity. A study literature approach and secondary data types were used to answer the research objectives. The analysis results show that cultivation techniques, use of fertilizers and seeds, and low-emission water management are essential to reduce emission levels from rice cultivation activities. These efforts include the use of low emission rice varieties, water regulation, use of intermittent irrigation technology, Alternate Wetting and Drying (AWD) techniques, selection of planting seasons, selection of environmentally friendly cultivation techniques (Climate Smart Agriculture), as well as the use of fertilizers and organic materials. Wisely. These efforts are alternative solutions that can be implemented because farmers can adapt while still considering existing social and cultural conditions. It is essential to ensure sustainable food availability for the population.