Industrialisasi merupakan pilar strategis pembangunan ekonomi di negara berkembang, namun hubungan antara variabel makroekonomi utama dengan kinerja sektor industri masih menunjukkan inkonsistensi empiris lintas kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara investasi asing (Foreign Direct Investment/FDI), pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), dan pertumbuhan penduduk terhadap kinerja sektor industri yang mencakup manufaktur, konstruksi, dan pertambangan di negara-negara berkembang. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode korelasi Spearman berbasis data panel sekunder yang bersumber dari World Development Indicators (WDI) World Bank, mencakup 10 negara berkembang dari berbagai kawasan geografis selama periode 2010–2024 dengan total 150 observasi. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov mengkonfirmasi bahwa data tidak terdistribusi normal, sehingga analisis non-parametrik menjadi pendekatan yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen, yaitu FDI (ρ = 0,339, p < 0,001), pertumbuhan PDB (ρ = 0,272, p = 0,001), dan pertumbuhan penduduk (ρ = 0,386, p < 0,001), memiliki korelasi positif dan signifikan terhadap sektor industri pada taraf signifikansi 0,01. Pertumbuhan penduduk mencatat korelasi terkuat, diikuti oleh FDI dan pertumbuhan PDB. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa perkembangan sektor industri di negara berkembang secara simultan dipengaruhi oleh faktor demografis, investasi, dan makroekonomi, yang menegaskan pentingnya pendekatan kebijakan yang terintegrasi untuk mempercepat industrialisasi
Copyrights © 2026