Perkembangan e-commerce di Indonesia mendorong penggunaan personalisasi iklan digital berbasis data pribadi yang semakin massif dalam kehidupan sehari-hari konsumen. Di satu sisi, iklan digital memudahkan konsumen untuk menemukan produk yang relevan. Namun, di sisi lain, personalisasi iklan menimbulkan persoalan serius terkait isu privasi dan perlindungan konsumen. Banyak konsumen tidak sepenuhnya memahami bagaimana data pribadi dikumpulkan dan dimanfaatkan, sehingga memunculkan kekhawatiran privasi sekaligus menurunkan rasa kendali atas pilihan konsumsi. Ketika iklan muncul terlalu invasif, konsumen mengalami reaktansi psikologis berupa perasaan tertekan, terganggu, atau merasa kebebasannya terancam. Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap 355 pengguna aktif e-commerce di Indonesia, dengan 277 di antaranya merupakan pengguna Shopee, untuk menganalisis fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trade-off antara privasi dan personalisasi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kerentanan konsumen. Tanpa intervensi kebijakan yang terarah, personalisasi iklan berisiko memperlemah posisi konsumen dan menurunkan kepercayaan terhadap ekonomi digital nasional.
Copyrights © 2026