Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Personalisasi Iklan dan Kerentanan Konsumen Digital: Penguatan Urgensi Regulasi dan Literasi Digital E-commerce di Indonesia Megawati Simanjuntak; Ismayanti Pratiwi; Triana Agustin
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 8 No. 2 (2026): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0802.1602-1606

Abstract

Perkembangan e-commerce di Indonesia mendorong penggunaan personalisasi iklan digital berbasis data pribadi yang semakin massif dalam kehidupan sehari-hari konsumen. Di satu sisi, iklan digital memudahkan konsumen untuk menemukan produk yang relevan. Namun, di sisi lain, personalisasi iklan menimbulkan persoalan serius terkait isu privasi dan perlindungan konsumen. Banyak konsumen tidak sepenuhnya memahami bagaimana data pribadi dikumpulkan dan dimanfaatkan, sehingga memunculkan kekhawatiran privasi sekaligus menurunkan rasa kendali atas pilihan konsumsi. Ketika iklan muncul terlalu invasif, konsumen mengalami reaktansi psikologis berupa perasaan tertekan, terganggu, atau merasa kebebasannya terancam. Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap 355 pengguna aktif e-commerce di Indonesia, dengan 277 di antaranya merupakan pengguna Shopee, untuk menganalisis fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trade-off antara privasi dan personalisasi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kerentanan konsumen. Tanpa intervensi kebijakan yang terarah, personalisasi iklan berisiko memperlemah posisi konsumen dan menurunkan kepercayaan terhadap ekonomi digital nasional. 
Transformasi Kebijakan Kesejahteraan Digital Melalui Sinergi Literasi Perilaku, Keamanan Siber, dan Manfaat Ekonomi Megawati Simanjuntak; Safira Afwa Lathifah
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 8 No. 1 (2026): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0801.1530-1534

Abstract

Indonesia tengah menghadapi tantangan serius terkait kesejahteraan psikologis dan stabilitas finansial generasi Z dalam rentang usia 16 hingga 28 tahun. Studi menunjukkan bahwa meskipun kelompok ini sangat fasih secara digital namun tingkat kepuasan hidup pemuda masih tergolong rendah dan rentan terhadap tekanan finansial. Policy brief ini menyoroti urgensi transformasi kebijakan nasional dari sekadar perluasan akses keuangan menjadi penguatan ketahanan perilaku psikologis. Temuan riset mengindikasikan kemampuan menahan diri (frugality) dan rasa aman dari kejahatan siber adalah penentu utama kebahagiaan. Namun, terdapat celah karena pengetahuan lingkungan tidak secara otomatis mendorong perilaku hemat; perilaku ramah lingkungan Generasi Z sangat bergantung pada keuntungan ekonomi langsung. Dengan kata lain, motif ekonomi murni menjadi penggerak utama, sehingga kampanye lingkungan yang hanya mengandalkan imbauan moral cenderung tidak efektif dan perlu diganti dengan skema yang menawarkan keuntungan ekonomi langsung. Oleh karena itu, diperlukan sinergi kebijakan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Komunikasi dan Digital (KemKemKemkomdigi), serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sinergi ini bertujuan menyusun aturan yang lebih adaptif, mengintegrasikan pendidikan karakter sejak dini, memanfaatkan peran positif media sosial, serta menciptakan keuntungan ekonomi langsung. Langkah ini diperlukan untuk mencetak generasi mahir teknologi dan tangguh secara mental dan finansial.