Pengangguran dan terbatasnya ak ses informasi lowongan kerja masih menjadi tantangan signifikan di Kota Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya, melalui Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan, memulai Program Arek Suroboyo Siap Kerjo (ASSiK) sebagai platform digital yang menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan melalui pendekatan tata kelola kolaboratif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi tata kelola kolaboratif dalam Program ASSiK menggunakan teori Ansell dan Gash (2008), dengan fokus pada empat dimensi: kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaboratif. Metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil melibatkan pemerintah, perusahaan swasta, tim teknologi informasi, dan masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama, dengan penempatan kerja meningkat dari 2.570 pada tahun 2020 menjadi 7.880 pada tahun 2025. Namun, beberapa tantangan masih tetap ada, termasuk sosialisasi program yang tidak merata, gangguan sistem digital, koordinasi antar pemangku kepentingan yang kurang optimal, dan dukungan pasca penempatan yang terbatas. Program ASSiK menunjukkan implementasi tata kelola kolaboratif yang cukup baik, namun masih memerlukan penguatan dalam aspek koordinasi, pendampingan peserta, dan optimalisasi sistem layanan untuk memastikan manfaat program dirasakan secara adil oleh semua peserta.
Copyrights © 2026