Penelitian ini dilatarbelakangi oleh polemik penggunaan lapangan sepak bola sebagai lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Polemik tersebut muncul karena kurangnya keterlibatan masyarakat pada tahap awal perencanaan sehingga menimbulkan perbedaan persepsi antara pemerintah desa dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemerintah desa dalam mengatasi polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari Kepala Desa Sidorejo, staf Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, serta masyarakat yang bersikap netral maupun menolak pembangunan koperasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model komunikasi Harold Lasswell yang meliputi Who, Says What, In Which Channel, To Whom, dan With What Effect. Berdasarkan temuan penelitian bahwa pemerintah desa menerapkan komunikasi dialogis dan persuasif melalui musyawarah desa sebagai media utama penyampaian informasi dan penyelesaian konflik. Kepala desa berperan sebagai komunikator utama yang didukung oleh dinas terkait untuk memperkuat legitimasi pesan. Pesan yang disampaikan berfokus pada tujuan pembangunan, alasan pemilihan lokasi, serta penyediaan lapangan pengganti. Komunikasi tersebut menghasilkan perubahan sikap masyarakat dari penolakan menuju penerimaan bersyarat. Dengan demikian, komunikasi partisipatif melalui musyawarah desa terbukti berperan penting dalam meredam konflik pembangunan desa.
Copyrights © 2026