Pengintegrasian teknologi ke dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah langkah penting untuk menghadapi tantangan pendidikan di era digital, khususnya bagi siswa dari Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pembelajaran PAI antara kelas yang menggunakan teknologi dan kelas yang mengadopsi metode tradisional di SMKN 2 Karawang mengenai materi Larangan Mendekati Zina berdasarkan Q.S. Al-Isra': 32. Desain penelitian mengaplikasikan metode quasi-eksperimen dengan dua kelompok sampel, yaitu kelas kontrol (X Kuliner 2) yang menggunakan pendekatan tradisional dengan media kartu fisik, serta kelas eksperimen (X Pemasaran 2) yang menerapkan teknologi digital melalui platform Canva, Google Form, dan PowerPoint dalam model Problem Based Learning (PBL). Data diperoleh melalui pre-test dan post-test serta lembar observasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mencapai rata-rata nilai post-test yang lebih tinggi (90,86) dibandingkan kelas kontrol (76,51), meskipun nilai N-Gain kelas eksperimen (0,26) secara statistik berada di bawah kelas kontrol (0,30) karena fenomena ceiling effect yang disebabkan oleh tingginya nilai awal siswa di kelas eksperimen. Secara kualitatif, siswa di kelas berbasis teknologi menunjukkan antusiasme dan keterlibatan yang jauh lebih baik selama proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teknologi digital dalam pengajaran PAI efektif dalam meningkatkan hasil kognitif dan motivasi belajar siswa.
Copyrights © 2026