Perkembangan media sosial telah membawa transformasi mendasar dalam praktik dakwah Islam kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep manajemen dakwah di era media sosial, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pengelola dakwah digital, serta merumuskan strategi adaptasi yang efektif dalam pengelolaan konten keagamaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) terhadap berbagai sumber ilmiah relevan yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa fungsi manajemen dakwah—meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling)—harus diadaptasi secara menyeluruh terhadap karakteristik platform media sosial. Tantangan utama yang ditemukan mencakup penyebaran hoaks keagamaan, persaingan konten digital yang semakin kompetitif, rendahnya literasi digital sebagian kalangan masyarakat, serta perubahan algoritma platform yang dinamis. Strategi adaptasi yang efektif meliputi perencanaan konten berbasis data, pembentukan tim kreatif profesional, pemanfaatan fitur interaktif platform, serta evaluasi berkelanjutan menggunakan analitik digital. Analisis terhadap platform Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook menunjukkan bahwa setiap platform memiliki keunggulan spesifik yang dapat dioptimalkan sesuai segmentasi audiens dakwah. Penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi lembaga dakwah, akademisi, dan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam dalam menghadapi dinamika dakwah digital di masa mendatang.
Copyrights © 2026