Krisis iklim global saat ini telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan dan mengancam keberlangsungan ekosistem serta kehidupan manusia. Menanggapi fenomena tersebut, pendidikan Islam memegang peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui pendekatan ekoteologi berbasis rahmah (kasih sayang) sebagai landasan etis dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep "kurikulum cinta" (curriculum of love) yang berfokus pada nilai kasih sayang, kepedulian terhadap lingkungan, serta tanggung jawab moral terhadap alam semesta. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui analisis literatur yang mendalam, studi ini mengkaji integrasi prinsip rahmatan lil ‘alamin ke dalam struktur kurikulum pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis cinta efektif dalam membentuk karakter ekologis peserta didik. Hal ini dicapai melalui internalisasi nilai rahmah, pengembangan empati lingkungan, serta penerapan praktik hidup berkelanjutan. Lebih lanjut, model pendidikan ini memperkokoh hubungan spiritual antara manusia dan alam yang dipandang sebagai bentuk ibadah ekologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pendidikan Islam melalui ekoteologi berbasis rahmah merupakan strategi krusial untuk memitigasi krisis iklim sekaligus mencetak generasi yang berwawasan lingkungan. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kurikulum, metode pedagogi, serta perumusan kebijakan pendidikan Islam di Indonesia.
Copyrights © 2026