Khalifah Ali ra. memimpin dalam situasi kaum muslimin yang genting dan mencekam pasca terbunuhnya Khalifah Utsman ra., delapan hari tanpa kekuasaan dan akhirnya dipilihlah Ali ra. sebagai Khalifah keempat. Menyikapi hal ini Ali ra. melakukan langkah-langkah persatuan dengan sangat hati-hati dan penuh pertimbangan. Tujuan Penelitian ini menganalisis gagasan-gagasan Ali ra. dalam mengupayakan persatuan di umat Islam seperti khalifah pendahulunya yaitu Abu Bakar ra. dan Umar ra. serta mengutamakan Al-Qur’an dan Hadits sebagai landasan berijtihad. Penelitian ini menggunakan metode sejarah untuk merekonstruksi peristiwa dengan melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi sebagai tahap terakhir dari kegiatan penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan Khalifah Ali ra. adalah sesuai dengan ajaran Islam yang mengedepankan perdamaian yang hampir saja mencapai harapan yaitu tercapainya persatuan dan persaudaraan umat Islam, namun semua sirna setelah Khalifah Ali ra. menyatakan bersedia menerima Tahkim dalam Perang Shiffin.
Copyrights © 2026