Pelayanan pengiriman domestic trucking di PT Total Lintas Semesta masih menghadapi berbagai kendala operasional serta belum didukung oleh Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan proses dan merancang SOP berbasis risiko menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan kuesioner, dilanjutkan dengan penilaian Severity, Occurrence, dan Detection untuk memperoleh nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 13 kendala operasional dengan nilai kritis RPN sebesar 147,2, di mana lima kendala termasuk kategori risiko tinggi, yaitu kemacetan pada rute tertentu, ketidaklengkapan surat izin barang, ketidaklengkapan dokumen faktur pajak, perubahan rute pengiriman, serta keterlambatan pembayaran. Berdasarkan hasil tersebut, dirancang SOP umum dan SOP inspeksi sebagai pedoman kerja preventif untuk meningkatkan konsistensi proses dan kualitas pelayanan domestic trucking.
Copyrights © 2026