Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pelaksanaan tradisi Memere Nakan Pagit dan Mengkelembisi, serta mengkaji makna simbolik dan nilai sosial budaya yang terkandung di dalamnya pada masyarakat etnis Pakpak.Tradisi ini merupakan bagian dari siklus kehidupan yang berkaitan dengan masa kehamilan dan pasca kelahiran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Sukaramai, Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan yang berasal dari berbagai latar belakang etnis, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Memere Nakan Pagit merupakan bentuk perhatian dan perlindungan keluarga kepada ibu hamil. Tradisi ini tidak hanya berupa pemberian makanan, tetapi juga memiliki makna simbolik, di mana rasa pahit melambangkan kekuatan, ketahanan, serta perlindungan dari penyakit dan gangguan. Sementara tradisi Mengkelembisi sebagai bentuk dukungan sosial dan perlindungan keluarga terhadap ibu dan bayi. Pengolesan kelembis pada bayi dalam tradisi ini memiliki makna sebagai doa dan perlindungan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal sekaligus memperkaya khazanah kajian antropologi budaya, khususnya yang berkaitan dengan tradisi masyarakat etnis Pakpak.
Copyrights © 2026