Latar belakang: Timbal disebut dengan timah hitam atau plumbum merupakan polutan berbahaya yang terdapat di udara bentuk partikel dalam debu logam. Timbal adalah salah satu logam berat yang dikategorikan sebagai Bahan Bahaya Beracun (B3) yang ditemukan dalam asap kendaraan dan juga timbal biasanya dicampuri untuk meningkatkan kinerja kendaraan. Pekerja bengkel motor merupakan salah satu kelompok yang beresiko terkena paparan timbal. Timbal yang terakumulasi dalam tubuh dapat berkaitan dengan eritrosit akan menghambat proses biologis yang dimana akan menganggu pembentukan hemoglobin Tujuan: untuk mengetahui hubungan kadar timbal dengan kadar hemoglobin pada pekerja bengkel sepeda motor di Gamping, Yogyakarta. Metode: secara deskriptif analitik dengan jenis pendekatan cross-sectional pada 18 responden yang memenuhi kriteria inklusi, penelitian ini dilakukan di BB Labkes (Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat). Alat instrumen berupa kuesioner untuk mengumpulkan data responden dan SPSS untuk menganalisis data secara statistik inferensial untuk mengetahui kadar timbal dengan kadar hemoglobin. Kadar timbal diukur dengan metode Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) dan kadar hemoglobin diukur dengan metode cyanide-free. Hasil: Hasil kadar timbal semua responden berkisar <1,0 hingga 14,856 µg/l, sementara kadar hemoglobin berkisar 11,0 hingga 18,0 g/dl. Kesimpulan: berdasarkan uji Rank Spearman diperoleh nilai signifikansi 0,462 dan korelasi koefisien (r)=0,185 (>0,05) artinya tidak ada hubungan antara kadar timbal dengan kadar hemoglobin.
Copyrights © 2026