Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR TIMBAL DALAM DARAH DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PERILAKU MEROKOK PEKERJA BENGKEL SEPEDA MOTOR Nathasya Julyarti Bamin; Isnin Auliah Ulfah Mu’awanah; Chairil Anwar
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.5933

Abstract

Latar belakang: Timbal disebut dengan timah hitam atau plumbum merupakan polutan berbahaya yang terdapat di udara bentuk partikel dalam debu logam. Timbal adalah salah satu logam berat yang dikategorikan sebagai Bahan Bahaya Beracun (B3) yang ditemukan dalam asap kendaraan dan juga timbal biasanya dicampuri untuk meningkatkan kinerja kendaraan. Pekerja bengkel motor merupakan salah satu kelompok yang beresiko terkena paparan timbal. Timbal yang terakumulasi dalam tubuh dapat berkaitan dengan eritrosit akan menghambat proses biologis yang dimana akan menganggu pembentukan hemoglobin Tujuan: untuk mengetahui hubungan kadar timbal dengan kadar hemoglobin pada pekerja bengkel sepeda motor di Gamping, Yogyakarta. Metode: secara deskriptif analitik dengan jenis pendekatan cross-sectional pada 18 responden yang memenuhi kriteria inklusi, penelitian ini dilakukan di BB Labkes (Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat). Alat instrumen berupa kuesioner untuk mengumpulkan data responden dan SPSS untuk menganalisis data secara statistik inferensial untuk mengetahui kadar timbal dengan kadar hemoglobin. Kadar timbal diukur dengan metode Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) dan kadar hemoglobin diukur dengan metode cyanide-free. Hasil: Hasil kadar timbal semua responden berkisar <1,0 hingga 14,856 µg/l, sementara kadar hemoglobin berkisar 11,0 hingga 18,0 g/dl. Kesimpulan: berdasarkan uji Rank Spearman diperoleh nilai signifikansi 0,462 dan korelasi koefisien (r)=0,185 (>0,05) artinya tidak ada hubungan antara kadar timbal dengan kadar hemoglobin.
GAMBARAN PROFIL LIPID PASIEN INFARK MIOKARD AKUT (IMA) DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI YOGYAKARTA TAHUN 2024 Devi Devi; Chairil Anwar; Aji Bagus Widyantara
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.5979

Abstract

Latar belakang: Infark miokard akut (IMA) termasuk ke dalam penyakit kardiovaskular, terjadi akibat berkurangnya pasokan darah karena terjadinya penyempitan arteri koroner yang disebabkan aterosklorosis sehingga, membuat suplai dan kebutuhan oksigen pada jantung tidak tercukupi. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pedekatan cross-sectional. Hasil: pada penelitian ini didapatkan hasil frekuensi penderita IMA terbanyak pada jenis kelamin laki-laki 55 (69,6%) pasien dan 24 (30,4%) orang berjenis kelamin perempuan. Frekuensi berdasarkan usia usia 36-45 tahun sebanyak 8 (10,1%) pasien, usia 46-55 tahun  14 (17,7%) pasien, usia 56-65 tahun 30 (38%) pasien, usia 66-75 tahun 20 (25,3%) pasien dan usia >75 tahun 7 (25,3%) pasien. Frekuensi kadar kolesterol total didapatkan kadar kolesterol total rendah sebanyak 6 (7.9%) pasien,  normal 24 (30.4%) pasien, dan tinggi 49 (62%) pasien. Frekuensi kadar LDL didapatkan kadar LDL normal 15 (19%) pasien dan tinggi 64 (81%) pasien. Frekuensi kadar HDL didapatkan kadar HDL normal sebanyak 46 (58.2%) pasien, rendah sebanyak 33 (58.2%) pasien. Frekuensi kadar trigliserida didapatkan kadar trigliserida rendah sebanyak 2 (2.5%), normal 31 (39.2) pasien dan tinggi 46 (58.%) pasien. Kesimpulan: Kelompok jenis kelamin terbanyak yaitu pada laki-laki berjumlah 55 (69,6%) pasien. Kelompok usia terbanyak terdapat pada kelompok usia usia 56-65 tahun berjumlah 30 (38%) pasien. Kadar kolesterol total terbanyak pada kelompok kadar tinggi berjumlah 49 (62%) pasien. Kadar LDL terbanyak pada kriteria kadar tinggi berjumlah 64 (81%) pasien. Kadar HDL terbanyak pada kriteria kadar normal berjumlah 46 (58,2%) pasien. Kadar trigliserida terbanyak pada kriteria kadar tinggi berjumlah 46 (58.%) pasien. Terdapat peningkatan pada kolesterol total, LDL, trigliserida dan HDL yang normal.