Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana hidrometeorologi melalui program Sekolah Tangguh Bencana di SMA Negeri 2 Muaradua Kisam, Kabupaten OKU Selatan. Indonesia sebagai negara yang rawan bencana memerlukan upaya pengurangan risiko bencana sejak dini, salah satunya melalui pendidikan di sekolah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif melalui edukasi dan simulasi mitigasi bencana dengan melibatkan 90 siswa sebagai peserta. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan meliputi pre-test dan post-test serta observasi untuk mengukur peningkatan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 62 pada pre-test menjadi 84 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 22 poin. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator, meliputi pengetahuan jenis bencana, penyebab, dampak, mitigasi, dan kesiapsiagaan. Hal ini menunjukkan bahwa program edukasi dan simulasi yang dilakukan efektif dalam meningkatkan kapasitas siswa dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Dengan demikian, program Sekolah Tangguh Bencana dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah
Copyrights © 2026