Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, masih banyak UMKM yang menghadapi kendala dalam mengadopsi pengelolaan keuangan digital, yang berdampak pada ketidaklengkapan pencatatan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kesulitan penggunaan aplikasi keuangan serta mengevaluasi implikasinya terhadap pencatatan Harga Pokok Produksi (HPP) pada UMKM di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala penggunaan aplikasi keuangan dipengaruhi oleh lima faktor utama, yaitu Man, Method, Machine, Measurement, dan Environment, dengan faktor dominan berupa rendahnya literasi digital, ketiadaan prosedur pembukuan digital yang terstandarisasi, serta keterbatasan pelatihan. Kondisi tersebut menyebabkan pencatatan biaya produksi yang tidak lengkap, khususnya biaya tenaga kerja dan overhead, sehingga informasi HPP yang dihasilkan kurang akurat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital, penyusunan SOP pembukuan sederhana yang terintegrasi dengan evaluasi dasar HPP, serta penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan keuangan digital UMKM. Kata kunci: aplikasi keuangan, diagram fishbone, HPP, literasi digital, UMKM
Copyrights © 2026