Studi ini meneliti bagaimana para penerus dalam Grup Ciputra menafsirkan kembali dan mempertahankan nilai-nilai kepemimpinan kewirausahaan yang diperkenalkan oleh mendiang pendirinya, Dr. Ir. Ciputra. Meskipun nilai-nilai IPE—Integritas, Profesionalisme, dan Kewirausahaan—secara formal diinstitusionalisasikan, keberlanjutannya bergantung pada bagaimana para penerus menerjemahkan prinsip-prinsip ini ke dalam praktik nyata di sepanjang transisi generasi. Dengan menggunakan desain interpretatif kualitatif yang didasarkan pada teori pembuatan makna, penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur dengan empat pemimpin senior yang secara langsung dibimbing oleh Ciputra. Temuan mengungkapkan tiga proses yang saling terkait yang membentuk transmisi nilai: paparan pengalaman terhadap praktik pendiri, interpretasi reflektif yang menghasilkan makna kepemimpinan bersama, dan perwujudan nilai-nilai dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Kontribusi utama adalah identifikasi hutang budi sebagai mekanisme relasional-moral yang memperdalam komitmen dan memperkuat internalisasi nilai-nilai pendiri, memperluas literatur suksesi dan warisan pendiri yang ada. Studi ini menawarkan model berbasis praktik tentang transmisi nilai kepemimpinan antar generasi dan menyoroti implikasi manajerial untuk merancang pembelajaran berbasis pengalaman, menumbuhkan kepemimpinan yang terwujud, dan memupuk iklim relasional yang mendukung keberlanjutan dalam usaha keluarga.
Copyrights © 2026