Entering the digital era, various forms of technology have emerged, accompanied by the rise of the homo digitalis generation, which brings new opportunities for the practice of evangelism. Adolescents are the most active and dominant users of digital technology, and therefore can be categorized as the largest segment of homo digitalis. This study aims to analyze the use of AI to creatively and contextually motivate the youth of GKJTU Sinai Senden to carry out evangelism in cyberspace. Training in the use of AI can significantly increase adolescents’ motivation to engage in evangelism in the digital space, making the process of witnessing easier, more engaging, and more efficient. AI assists in creating various types of content such as images, videos, and songs that can be shared in cyberspace. This increase in motivation occurs because AI simplifies the creative process, enhances creativity, saves time, and aligns with the digital culture of adolescents, thereby boosting their confidence in witnessing. AbstrakMemasuki era digital, berbagai bentuk teknologi bermunculan, disertai hadirnya generasi homo digitalis yang membawa peluang baru dalam pelaksanaan penginjilan. Remaja merupakan pengguna teknologi digital yang paling aktif dan dominan, sehingga dapat dikategorikan sebagai bagian terbesar dari homo digitalis. Tujuan penelitian ini menganalisis pemanfaatan AI untuk memotivasi remaja GKJTU Sinai Senden secara kreatif dan kontekstual melakukan penginjilan di cyberspace. Pelatihan pemanfaatan AI secara signifikan bisa meningkatkan motivasi remaja dalam melakukan penginjilan di ruang digital, proses bersaksi menjadi lebih mudah, menarik, dan efisien. AI membantu dalam membuat berbagai konten seperti gambar, video, dan lagu yang dapat dibagikan di cyberspace. Peningkatan motivasi ini terjadi karena AI memudahkan proses berkarya, meningkatkan kreativitas, menghemat waktu, serta sesuai dengan budaya digital remaja, sehingga lebih percaya diri dalam bersaksi.
Copyrights © 2026