Studi ini bertujuan untuk menganalisis penyebaran informasi palsu di Indonesia, mengidentifikasi penyebab tingginya tingkat penyebaran berita hoaks, menilai dampaknya terhadap kualitas demokrasi, serta mengusulkan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi penyebaran hoaks di internet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan literatur, dengan mengumpulkan informasi sekunder dari jurnal ilmiah, buku, artikel akademik, laporan resmi, dan dokumen lain yang berkaitan dengan topik penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, sementara analisis dilakukan secara deskriptif dan kualitatif melalui tahap- tahap seperti reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebaran informasi palsu di Indonesia dipengaruhi oleh rendahnya tingkat literasi digital masyarakat, budaya komunal yang kuat, algoritma media sosial yang mengutamakan keterlibatan pengguna, polarisasi politik, bias konfirmasi, serta motivasi individu untuk mendapatkan pengakuan sosial. Hoaks memberikan dampak negatif terhadap kualitas demokrasi karena dapat menciptakan opini publik yang menyesatkan, mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintah dan institusi, meningkatkan polarisasi sosial, dan mengganggu proses pemilu. Upaya untuk melawan hoaks dapat dilakukan dengan cara meningkatkan literasi digital, memperkuat regulasi pemerintah, bekerja sama dengan platform media sosial, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memverifikasi informasi serta melaporkan konten yang menyesatkan.
Copyrights © 2026