Tujuan dasar dari penelitian ini adalah menganalisis peran konseling individu dalam mengatasi quarter life crisis pada mahasiswa khususnya pada jenjangp penyelesaian tugas akhir. Fenomena quarter life crisis menjadi salah satu isu psikologis yang banyak dialami mahasiswa akibat tekanan akademik, ketidakpastian masa depan, tuntutan sosial, dan kecemasan menghadapi dunia kerja. pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research) dijadikan metode dalam penelitian ini. Data diambil dengan teknik dokumentasi yang dilihat dari berbagai sumber literatur, seperti jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Teknik content analysis dengan dilakukan untuk menganalisis hasil dengan tujuan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasikan tema-tema utama yang berkaitan dengan faktor penyebab quarter life crisis serta peran konseling individu dalam membantu mahasiswa menghadapi kondisi tersebut. Hasil penelitian menjelaskan fenomena quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir ditandai dengan kecemasan, kebingungan identitas, tekanan emosional, rendahnya rasa percaya diri, dan ketidakpastian terhadap masa depan. Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi tersebut meliputi tekanan akademik, keterlambatan penyelesaian studi, rendahnya self-efficacy, tuntutan sosial, serta kurangnya dukungan sosial. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa konseling individu berperan penting dalam membantu mahasiswa memahami diri, mengelola emosi, menambah rasa percaya diri, membentuk pola pikir positif, serta mengembangkan strategi coping yang lebih adaptif. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat kajian mengenai pentingnya layanan konseling individu sebagai intervensi psikologis bagi mahasiswa. Selain itu, temuan penelitian ini dapat menjadi landasan yang lebih tepat dalam pengembangan layanan kolaboratif dan konseling yang lebih bermanfaat bagi kesehatan mental mahasiswa di universitas.
Copyrights © 2026