Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko bencana laut akibat gelombang ekstrem dan abrasi di Desa Waelumu, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, yang berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk mitigasi dan adaptasi yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara dan lembar observasi, dengan subjek penelitian masyarakat pesisir setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitigasi struktural seperti pembangunan breakwater dan seawall telah dilakukan, namun upaya lain seperti penanaman mangrove dan sistem peringatan dini belum diterapkan secara optimal. mitigasi non-struktural berupa penyuluhan dan pelatihan masih terbatas. Adaptasi struktural masyarakat hanya berupa pembangunan tanggul sederhana, sedangkan adaptasi non-struktural seperti pengaturan waktu melaut dilakukan secara sporadis. Rendahnya implementasi mitigasi dan adaptasi disebabkan oleh keterbatasan dukungan pemerintah dan rendahnya kesadaran masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan perlunya penguatan program mitigasi, peningkatan edukasi masyarakat, serta kolaborasi antara pemerintah, lsm, dan komunitas lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana.
Copyrights © 2025