Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

INDIKATOR KUALITAS AIR SUNGAI DENGAN MENGGUNAKAN MAKROINVERTEBRATA DI SUNGAI WANGGU Kahirun Kahirun; La Ode Siwi; Ridwan Adi Surya; La Ode Muhammad Erif; Asramid Yasin; Ifrianty Ifrianty
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.467 KB)

Abstract

ABSTRAKMakroinvertebrata berperan penting dalam suatu perairandan telah lama digunakan sebagai bioindikator kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tingkat pencemaran air Sungai Wanggu dengan menggunakan makroinvertebrata. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai September 2017. Sedangkan parameter yang diamati yaitu fisik, kimia dan biologi. Parameter fisik meliputi (suhu, TSS, kekeruhan dan kecepatan arus). Parameter kimia meliputi (pH, COD, BOD dan DO). Sedangkan parameter biologi yaitu (makroinvertebrata). Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa untuk parameter fisik–kimia perairan, yaitu suhu 340C, 310C dan 350C, TSS 9,26 mg l-1, 13,49 mg l-1 dan 11,53 mg l-1. Kekeruhan 2,15 NTU, 1,86 NTU dan1,95 NTU. Kecepatan arus 35,06 ms-1, 4,77 ms-1 dan 40,48 ms-1. PH 7,16, 7,45 dan 7,78. COD 2,15 mg l-1, 6,38 mg l-1 dan 4,72 mg l-1. BOD 1,09 mg l-1, 1,39 mg l-1 dan 1,18 mg l-1. DO 7,42 mg l-1, 6,95 mg l-1 dan 7,26 mg l-1. Parameter biologi yaitu makroinvertebrata menghasilkan nilai FBI yaitu pada stasiun-I 4,42 dengan kriteria baik, stasiun-II 4,82 kriteria baik dan pada stasiun-III dengan nilai 7,32 dengan kriteria buruk sekali. Dengan demikian kualitas perairan agak tercemar dan tercemar sangat berat.     Kata kunci : Makroinvertebrata,Sungai Wanggu, Kualitas Air.
ANALISIS DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN DETERJEN AIR SUNGAI SANUA KELURAHAN SANUA KECAMATAN KENDARI BARAT La Ode Siwi; La Ode Midi; La Ode Muhammad Erif; Inka Dwiyanti
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water is part of the environment has an important function for human life and other living things. The level of water pollution has increased significantly followed by an increase in population. Water pollution is caused by several things, one of which is detergent waste. This study aims to determine the concentration of detergents as well as the load capacity of sanua river water detergent pollutants, in Sanua Village, West Kendari District, Kendari City.The results showed that the type of detergent used by the public was powder detergent which contained LAS (Linear Alkylbenzene Sulfonate) compounds. Detergent concentration analysis results showed that, detergent concentration in February, station 1 was 0.067µg l -1, station 2 was 0.106µg l-1, station 3 was 0.117µg l-1, station 4 was 0.129µg-1, station 5 was 0.112 μg-1 and station 6 were 0.109 μg l-1. Whereas in March station 1 was 0.128µg-1, station 2 was 0.496µg l -1, station 3 was 0.139µg l-1, station 4 was 0.107µgl-1, station 5 was 0.265µg l-1 and station 6 was 0.149µg l-1 1 The average concentration of the pollution load capacity of detergents is 0.106 µg-1 in February and 0.215 µg l-1 in March, this value is far from the quality standard stipulated by PP. No. 82 of 2001, where the quality standard is 200 µg l-1 for grades 1-3.
ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) PUUWATU KOTA KENDARI La Ode Siwi; Weka Gusmiarty Abdullah; Nurul Fadilla Ali
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mengatasi masalah persampahan di Kota Kendari, Pemerintah Kota melakukan pengelolaan sampah yang dilakukan di tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Puuwatu. Pengelolaan sampah yang ada saat ini tidak dapat mengurangi volume sampah yang tiap tahunnya terus meningkat. Jika pengelolaan sampah tidak ditingkatkan dikhawatirkan akan memberi dampak negatif yang besar yang akan terasa bagi lingkungan, masyarakat dan TPA yang semakin penuh tiap tahunnya. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat sekitar bersedia untuk ikut berpartisipasi melalui kesediaan membayar agar pengelolaan sampah terpadu dapat ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesediaan membayar masyarakat terhadap keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Puuwatu Kota Kendari. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan masyarakat di sekitar TPA Puuwatu yang berjumlah 130 KK (Kepala Keluarga) dengan jumlah sampel yaitu 57 KK. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan metode simple random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis Willingness to Pay metode Contingen Valuation Method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden tidak bersedia membayar dan 35 responden menyatakan bersedia membayar. Nilai rata-rata WTP adalah Rp 73.142,86. Variabel yang mempengaruhi kesediaan membayar masyarakat adalah tingkat pendapatan dan banyaknya jumlah tanggungan. Keberadaan TPA Puuwatu memberikan manfaat kepada masyarakat seperti tempat tinggal yang telah disediakan oleh pemerintah, sumber listrik dan juga menjadi sumber penghasilan
Mitigasi dan Adaptasi Bencana Laut Akibat Gelombang EKstrem dan Abrasi di Desa Waelumu, Kabupaten Wakatobi La Ode Muhamad Ramadhan; Aminuddin Mane Kandari; La Ode Siwi
Jagratara: Journal of Disaster Research Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/jjdr.v3i2.360

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko bencana laut akibat gelombang ekstrem dan abrasi di Desa Waelumu, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, yang berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk mitigasi dan adaptasi yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara dan lembar observasi, dengan subjek penelitian masyarakat pesisir setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitigasi struktural seperti pembangunan breakwater dan seawall telah dilakukan, namun upaya lain seperti penanaman mangrove dan sistem peringatan dini belum diterapkan secara optimal. mitigasi non-struktural berupa penyuluhan dan pelatihan masih terbatas. Adaptasi struktural masyarakat hanya berupa pembangunan tanggul sederhana, sedangkan adaptasi non-struktural seperti pengaturan waktu melaut dilakukan secara sporadis. Rendahnya implementasi mitigasi dan adaptasi disebabkan oleh keterbatasan dukungan pemerintah dan rendahnya kesadaran masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan perlunya penguatan program mitigasi, peningkatan edukasi masyarakat, serta kolaborasi antara pemerintah, lsm, dan komunitas lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana.
Education on the Use of Biopore Infiltration Holes for Flood Prevention at SDN 100 Kendari, Kambu Village, Kambu District, Southeast Sulawesi La Ode Siwi; Ridwan Adi Surya; Wa Ode Hastiani Fahidu; Ema Hermawati Garusu; Abdul Manan; La Ode Muhammad Erif; Lies Indriyani; Sahindomi Bana; La Gandri; Muhammad Saleh Qadri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v7i1.2874

Abstract

Purpose: This program aimed to enhance elementary students’ understanding of biopore infiltration holes as a low-cost solution for mitigating waterlogging and addressing inadequate drainage at SDN 100 Kendari. Method: The intervention combined interactive lectures, live demonstrations, hands-on construction, and guided discussions. Learning outcomes were evaluated using standardized pre-test and post-test instruments. Practical Applications: The activity enabled students to construct functional biopores that improve groundwater absorption, reduce surface runoff, and facilitate organic waste management, providing a replicable framework for school-based environmental management. Conclusion: Student comprehension significantly increased from 10–20% to 80–90%. These results demonstrate that participatory environmental education effectively fosters ecological literacy and supports localized flood mitigation in urban school settings.