Salah satu strategi penting untuk meningkatkan program gizi di tingkat desa adalah kerja sama antara lembaga publik dan sektor privat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pola kerja sama antara Posyandu Desa Marta Jaya dan PT Pasangkayu dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan juga untuk menemukan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan kerja sama tersebut. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif, studi kasus, dan observasi partisipatif. Kader Posyandu, pengelola program CSR PT Pasangkayu, kepala desa, dan tenaga kesehatan Puskesmas Pasangkayu adalah informan yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi melewati tiga tahap: inisiasi, implementasi, dan evaluasi. Sementara PT Pasangkayu memberikan dana untuk operasional PMT dan menyediakan makanan bergizi lokal, Posyandu menjalankan distribusi dan memantau status gizi balita. Komitmen kelembagaan, kejelasan peran, dan komunikasi yang intens adalah komponen yang mendukung kemitraan. Keterbatasan kapasitas kader, fluktuasi pasokan bahan pangan, dan kurangnya perjanjian kemitraan formal secara tertulis adalah beberapa masalah yang dihadapi. Menurut penelitian, kemitraan publik-privat ini efektif dalam memperluas jangkauan PMT, tetapi untuk berkelanjutan, mereka memerlukan formalisasi kelembagaan yang lebih kuat.
Copyrights © 2026