Penelitian ini mengkaji proses ekranisasi novel Heartbreak Motel karya Ika Natassa ke dalam film Heartbreak Motel sutradara Angga Dwimas Sasongko. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisis perubahan naratif yang terjadi dalam proses adaptasi menggunakan dua kerangka teori, yaitu teori ekranisasi Pamusuk Eneste dan teori fiksi Robert Stanton. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis komparatif, di mana data dikumpulkan melalui pembacaan intensif novel dan penonton berulang terhadap film yang diorganisasikan dalam tabel pengkodean data. Hasil penelitian menemukan dua belas kode ekranisasi yang terdistribusi dalam tiga kategori: empat penciutan (33,3%), tiga penambahan (25,0%), dan lima perubahan bervariasi (41,7%). Penciutan didominasi oleh penghilangan narasi batin dan tokoh minor, penambahan memperkaya dimensi visual melalui adegan-adegan baru, sedangkan perubahan bervariasi menjadi kategori dominan yang mengindikasikan reinterpretasi kreatif sutradara. Seluruh komponen fiksi menurut Stanton mengalami transformasi, dengan fakta cerita mengalami perubahan paling signifikan dan simbolisme justru mendapatkan pengayaan visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekranisasi Heartbreak Motel merupakan adaptasi transformatif yang berhasil mempertahankan esensi tematik novel sekaligus memanfaatkan potensi estetik medium film secara optimal.
Copyrights © 2026