ABSTRAK Penelitian ini bertujuan membandingkan strategi adaptasi migran berdasarkan tipologi wilayah tujuan di Desa Pemogan, Kota Denpasar dan Desa Pecatu Kabupaten Badung, Bali. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif komparatif kualitatif. Data penelitian bersumber dari informan kunci yang ditetapkan secara purposif dan dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi sumber, metode, dan waktu. Data dianalisis dengan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi migran meliputi adaptasi sosial, budaya, dan ekonomi yang dipengaruhi oleh karakteristik wilayah. Di Desa Pemogan yang bersifat urban dan heterogen, migran cenderung melakukan adaptasi yang lebih fleksibel, baik dalam membangun relasi sosial, mempertahankan budaya asal, maupun dalam strategi ekonomi yang variatif. Sebaliknya, di Desa Pecatu yang memiliki karakter homogen dengan ikatan adat yang kuat, migran dituntut untuk melakukan adaptasi yang lebih intens melalui partisipasi dalam kegiatan sosial dan adat, penyesuaian budaya yang lebih kompleks, serta penyesuaian ekonomi yang lebih spesifik pada sektor pariwisata. Dengan demikian, strategi adaptasi migran tidak bersifat universal, melainkan sangat dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal migran dan karakteristik wilayah, di mana perbedaan tipologi wilayah terbukti berperan penting dalam membentuk pola adaptasi migran di daerah tujuan.
Copyrights © 2026