Pembelajaran matematika di sekolah dasar sering dianggap sulit dan dapat menurunkan kepercayaan diri siswa, sehingga berdampak pada rendahnya keaktifan dan hasil belajar. Hal ini terlihat pada siswa kelas V SD Negeri 11 Sumerta Denpasar yang memiliki kemampuan heterogen dan kesenjangan dalam pemahaman konsep. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Salah satu strategi yang digunakan adalah peer tutoring, yaitu siswa yang lebih memahami materi membantu teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan implementasi strategi peer tutoring, 2) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta 3) menjelaskan implikasinya terhadap pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan informan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi peer tutoring berjalan dengan baik melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan melibatkan peran aktif siswa sebagai tutor dan tutee serta pendampingan guru. Faktor pendukung meliputi tutor yang kooperatif, kemampuan tutor dalam menjelaskan materi, keterlibatan siswa sebagai tutee, pendampingan guru secara aktif, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan kemampuan tutor, keaktifan siswa yang tidak merata. Implikasi berdampak positif terhadap peningkatan keaktifan belajar yang dapat dilihat dari interaksi antar siswa dan interaksi dengan guru, berdikusi sesuai arahan, partisipasi dalam kelompok, keberanian menyampaikan pendapat, serta rasa tanggung jawab menyelesaikan tugas.
Copyrights © 2026