Permasalahan sampah rumah tangga menjadi isu lingkungan yang semakin penting sehingga diperlukan pengelolaan sampah berbasis sumber yang didukung partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dan hubungannya dengan pendidikan, pendapatan dan persepsi rumah tangga rumah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel rumah tangga ditetapkan sebanyak 56 kepala keluarga dari 1.135 KK populasi dengan formula Slovin. Selanjutnya 56 sampel tersebut dipilih dengan teknik acak proporsional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat masih tergolong rendah, terutama pada indikator partisipasi pemikiran, pelaksanaan, serta pengawasan dan pemeliharaan. Faktor pendidikan menunjukkan hubungan paling tinggi dibandingkan faktor persepsi dan pendapatan terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Masyarakat dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat partisipasi yang lebih baik dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya edukasi lingkungan, penguatan persepsi/kesadaran dan ekonomi masyarakat, penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, serta dukungan pemerintah desa agar partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026