Latar Belakang: Kecemasan sering menghambat pemeriksaan anak, namun intervensi non-farmakologi di Posyandu masih terbatas dibandingkan di rumah sakit. Oleh karena itu, penelitian ini mengeksplorasi efektivitas terapi bermain boneka tangan dan terapi musik yang lebih aplikatif untuk masyarakat. Tujuannya adalah membandingkan efektivitas kedua terapi tersebut terhadap tingkat kecemasan anak usia 1-3 tahun saat pemeriksaan di Posyandu Desa Sikampuh tahun 2025.Metode: Penelitian ini merupakan Quasi Eksperiment menggunakan pendekatan desain pre test dan post test dua kelompok. Studi ini melibatkan 120 anak usia 1-3 tahun yang mengalami kecemasan pada pemeriksaan pos pelayanan terpadu di Desa Sikampuh dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan random group sampling, dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test danĀ uji Mann-Whitney.Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terapi bermain boneka tangan dan terapi musik (p<0,05). Dilakukan perbandingan dengan hasil terapi bermain boneka tangan lebih efektif dalam menurunkan kecemasan anak (p<0,05).Kesimpulan: Terapi bermain boneka tangan berperan dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pemeriksaan pos pelayanan terpadu di Desa Sikampuh. Tenaga kesehatan atau kader pemeriksaan pos pelayanan terpadu disarankan dapat menerapkan selama pemeriksaan kesehatan.
Copyrights © 2026