QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora
Vol 4 No 3 (2026): 2026

Profil Computational Thinking Siswa Kelas VIII dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Spasial Berbasis Konteks Nyata

Putra Haruna Prasetya (Universitas Islam Malang)
Surahmat Surahmat (Universitas Islam Malang)
Ahmad Sufyan Zauri (Universitas Islam Malang)



Article Info

Publish Date
15 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini berfokus pada profil computational thinking siswa kelas VIII dalam menyelesaikan masalah bangun ruang berbasis konteks. Computational thinking dalam konteks pembelajaran matematika adalah kompetensi penting dikuasi oleh siswakemampuan mengenali pola, mengklasifikasi & mereduksi informasi, mengkonstruksi alur penyelesaian, menguraikan masalah lebih sederhana, serta menyusun kesimpulan secara sistematis pada saat menemui masalah tekstual maupun kontekstual. Riset ini mengadaptasi pendekatan kualitatif deskriptif dengan model studi kasus yang kemudian dilakukan teknik analisis data hasil adaptasi dari Miles, Huberman, & Saldana yaitu meliputi, penghimpunan data, kondensasi data, penyajian data, serta pengambilan kesimpulan. Kemampuan berpikir komputasional matematis responden, ditinjau dari empat indikator yang meliputi 1) dekomposisi, 2) pengenalan polan, 3) abstraksi & generalisasi pola, serta 4) berpikir algoritma. Dari jumlah 35 siswa yang memiliki kemampuan berpikir komputasional matematis tinggi terdiri dari 7 atau 20%, berkemampuan sedang ada 21 atau 60%, serta berkemampuan rendah ada 7 atau 20%. Pada indikator dekomposisi, siswa mampu mengidentifikasi informasi penting dan memecah masalah menjadi bagian yang lebih sederhana. Pada indikator pengenalan pola, siswa kategori tinggi mampu memahami hubungan antar konsep bangun ruang dan menyadari bahwa perbedaan bentuk visual tidak selalu memengaruhi konsep volume. Indikator ketiga abstraksi dan generalisasi pola, siswa kategori tinggi mampu menyederhanakan informasi kontekstual ke dalam model matematika secara tepat, sedangkan siswa kategori sedang dan rendah masih mengalami hambatan dalam menentukan informasi relevan. Adapun pada indikator berpikir algoritma, siswa kategori tinggi mampu menyusun langkah penyelesaian secara runtut dan sistematis, sementara siswa kategori rendah masih mengalami kesulitan dalam menentukan prosedur penyelesaian yang tepat. Penelitian ini menunjukkan bahwa soal berbasis konteks nyata dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan computational thinking matematis secara lebih bermakna dalam pembelajaran matematika

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

qosim

Publisher

Subject

Religion Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Social Sciences

Description

QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora dengan e-ISSN 2987-713X (online) p-ISSN 3025-5163 (cetak) dan Prefix DOI 10.61104. adalah jurnal multidisiplin dan akses terbuka peer-reviewed dengan mengikuti kebijakan single-blind review. Artikel ilmiah pada Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & ...