Penelitian ini bertujuan merumuskan model konseptual ekosistem Pendidikan Agama Islam (PAI) transformatif bagi siswa disabilitas menuju Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui konstruksi pedagogi ekoteologis. Kajian ini berangkat dari persoalan bahwa siswa disabilitas masih menghadapi hambatan akademik, aksesibilitas, sosial, psikologis, dan kelembagaan dalam melanjutkan pendidikan tinggi, sementara praktik PAI konvensional sering bersifat normatif, tekstual, seragam, dan belum sepenuhnya adaptif terhadap kebutuhan belajar mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui telaah terhadap buku, artikel jurnal, regulasi, dokumen kebijakan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pedagogi ekoteologis dapat menjadi paradigma PAI inklusif yang mengintegrasikan nilai tauhid, rahmah, amanah, dan keadilan sebagai fondasi teologis sekaligus pedagogis. Tauhid meneguhkan kesetaraan martabat siswa disabilitas, rahmah menghadirkan kasih sayang dan empati dalam pembelajaran, amanah menuntut tanggung jawab kolektif seluruh aktor pendidikan, sedangkan keadilan memastikan akses, akomodasi, dan layanan yang layak. Model konseptual yang ditawarkan menempatkan PAI sebagai ruang pemberdayaan spiritual, penguatan resiliensi, motivasi, serta advokasi hak pendidikan siswa disabilitas menuju PTN secara setara, bermartabat, inklusif, dan berkelanjutan dalam ekosistem pendidikan yang kolaboratif.
Copyrights © 2026