Artikel ini mengkaji tradisi Mitoni sebagai ekspresi nilai sosial Al-Qur’an dalam konteks budaya Jawa dengan merujuk pada QS. al-Mā’idah [5]: 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktualisasi nilai ta‘awun (tolong-menolong), kepedulian sosial, dan tanggung jawab kolektif dalam praktik tradisi lokal masyarakat Jawa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), melalui analisis sumber tafsir klasik dan kontemporer, karya antropologi budaya, serta penelitian ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i) dan analisis sosio-budaya guna melihat relasi antara teks Al-Qur’an dan praktik budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mitoni tidak hanya berfungsi sebagai ritual budaya, tetapi juga merepresentasikan nilai sosial Al-Qur’an, khususnya prinsip tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan. Keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam doa bersama serta praktik berbagi mencerminkan internalisasi nilai al-birr dan ta‘awun. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi lokal, selama tidak bertentangan dengan prinsip tauhid, dapat menjadi medium efektif dalam aktualisasi nilai-nilai Qur’ani serta memperkaya kajian tafsir sosial di Indonesia.
Copyrights © 2026