Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Mitoni sebagai Ekspresi Nilai Sosial Al-Qur’an dalam Budaya Jawa (Q.S. al-Mā’idah: 2) Nurul Wulan Giar Fitria; Edi Hermanto; Taufiq Hidayat Safitra
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 3 No. 1 (2026): 2026: January - June
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/00099r32

Abstract

Artikel ini mengkaji tradisi Mitoni sebagai ekspresi nilai sosial Al-Qur’an dalam konteks budaya Jawa dengan merujuk pada QS. al-Mā’idah [5]: 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktualisasi nilai ta‘awun (tolong-menolong), kepedulian sosial, dan tanggung jawab kolektif dalam praktik tradisi lokal masyarakat Jawa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), melalui analisis sumber tafsir klasik dan kontemporer, karya antropologi budaya, serta penelitian ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i) dan analisis sosio-budaya guna melihat relasi antara teks Al-Qur’an dan praktik budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mitoni tidak hanya berfungsi sebagai ritual budaya, tetapi juga merepresentasikan nilai sosial Al-Qur’an, khususnya prinsip tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan. Keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam doa bersama serta praktik berbagi mencerminkan internalisasi nilai al-birr dan ta‘awun. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi lokal, selama tidak bertentangan dengan prinsip tauhid, dapat menjadi medium efektif dalam aktualisasi nilai-nilai Qur’ani serta memperkaya kajian tafsir sosial di Indonesia.
Makna Edukatif dan Manfaat Medis di Balik Ibadah Puasa Anisa Fitriyani; Raudatul Ilmi; Edi Hermanto
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/b4tkcj25

Abstract

Puasa adalah salah satu praktik utama dalam agama Islam yang memiliki posisi penting. Tidak hanya sebagai ritual yang harus dilaksanakan, namun juga sebagai cara untuk pengembangan spiritual, moral, dan kesehatan seseorang. Sayangnya, dalam pelaksanaannya sering kali dilihat hanya sebagai tindakan menahan lapar dan haus, tanpa pemahaman tentang makna dan tujuan yang lebih dalam. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dan tujuan puasa dalam Islam berdasarkan Al-Qur'an, Hadis, serta interpretasi dari para ulama, seraya menganalisis nilai-nilai pendidikan dan manfaat kesehatan yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode kajian kepustakaan, yakni dengan mempelajari sumber-sumber utama seperti Al-Qur'an dan Hadis, serta sumber pendukung berupa kitab tafsir, karya ilmiah, dan buku dari para ulama yang berkaitan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran berperan besar dalam pembentukan karakter dan pengendalian diri. Hal ini diwujudkan dalam nilai-nilai seperti kesabaran, kejujuran, disiplin, dan rasa kepedulian terhadap sesama. Selain itu, puasa juga membawa keuntungan untuk kesehatan tubuh, misalnya dalam mengatur metabolisme, meningkatkan fungsi pencernaan, dan mendukung keseimbangan baik fisik maupun mental. Di era modern ini, yang dibarengi dengan gaya hidup yang berlebihan, tekanan mental, dan krisis etika, nilai-nilai ibadah puasa tetap penting dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, puasa seharusnya dipahami dan dijalankan secara menyeluruh agar dapat memberikan efek positif yang berkelanjutan bagi individu serta masyarakat.