Kemajuan teknologi informasi telah menggeser mimbar dakwah konvensional ke ruang virtual, namun transformasi ini dihadapkan pada tantangan algoritma, hoaks keagamaan, dan rendahnya literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji objek fenomena transformasi manajemen dakwah berbasis platform digital, khususnya dalam pengelolaan konten dan komunitas daring. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur relevan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan dakwah digital memerlukan pengelolaan terstruktur yang mencakup segmentasi audiens, perencanaan konten kreatif, penjadwalan konsisten, evaluasi berbasis data analitik, serta strategi dakwah partisipatif. Selain itu, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) terbukti mampu mengoptimalkan interaksi dua arah. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya investasi seimbang antara teknologi siber dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola dakwah. Sinergi yang kuat antara kecakapan teknis literasi digital dan etika moral Islam menjadi fondasi utama demi melahirkan ekosistem syiar modern yang kredibel, sehat, serta berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Copyrights © 2026