Selama ini, pengukuran pendapatan nasional terutama bertumpu pada indikator ekonomi tradisional seperti Produk Domestik Bruto (PDB), yang lebih menekankan aktivitas produksi. Pendekatan ini dinilai belum mampu menggambarkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh karena belum memasukkan aspek sosial dan lingkungan. Penelitian ini mengusulkan pengembangan metodologi baru dalam perhitungan pendapatan nasional dengan mengintegrasikan variabel sosial meliputi ketimpangan pendapatan, tingkat kesehatan, dan mutu Pendidikan serta komponen lingkungan seperti emisi karbon, kerusakan sumber daya alam, dan biaya pemulihan ekosistem. Penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui penyesuaian model pendapatan nasional standar dengan indikator sosial dan lingkungan, disertai analisis perbandingan terhadap model sebelumnya. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi ini mampu memberikan gambaran pembangunan ekonomi yang lebih akurat serta mengungkap potensi bias ketika kebijakan hanya berfokus pada pertumbuhan PDB. Model yang ditawarkan diharapkan dapat menjadi alternatif dalam perumusan kebijakan ekonomi yang lebih adil, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika global, sekaligus memberikan kontribusi bagi pembaruan metodologi statistik ekonomi dan kerangka pembangunan berkelanjutan
Copyrights © 2026