Penelitian ini membahas keterkaitan antara perempuan dan alam dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari melalui pendekatan ekofeminisme perspektif Susan Griffin. Isu yang diangkat berangkat dari pandangan bahwa perempuan dan alam seringkali menjadi korban dari sistem patriarki yang menindas dan mengeksploitasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan empat aspek utama dalam pemikiran Griffin, yaitu perempuan sebagai penjaga alam, feminisasi alam dan naturalisasi perempuan, roar sebagai simbol perlawanan, serta etika kepedulian dan keterhubungan antara perempuan dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat terhadap data-data naratif dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Hasil analisis menunjukkan bahwa tokoh Srintil merupakan representasi dari tubuh perempuan dan alam yang mengalami pembungkaman, namun sekaligus menyimpan kekuatan spiritual, kepedulian ekologi, dan bentuk perlawanan sunyi. Melalui pengalaman batin dan hubungan simboliknya dengan lingkungan, Srintil memperlihatkan bagaimana perempuan dapat menjadi agen pemulih relasi antara manusia dan alam dalam konteks sosial budaya yang patriarki.
Copyrights © 2026