Penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan kesiapan tempat tidur di rumah sakit merupakan aspek yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, dengan adanya proyeksi peningkatan jumlah pasien dan tantangan dalam pengelolaan sumber daya, rumah sakit perlu melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap sistem yang ada untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan sesuai dengan standar yang ditetapkan dan memenuhi kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di rumah sakit, terutama dalam hal pemenuhan standar pelayanan dan fasilitas sesuai regulasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling dengan 3 informan yang terdiri dari manajemen rumah sakit, bagian bidang pelayanan, dan bagian sarana dan prasarana dengan wawancara mendalam dan observasi, analisis data dilakukan menggunakan model interaktif dari miles dan huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Kartini Karanganyar telah memenuhi standar KRIS. Kesiapan sarana dan prasarana cukup baik, meliputi sistem ventilasi, pencahayaan, pengaturan suhu, serta penggunaan teknologi layanan seperti nurse call system dan aerocom. Kendala utama ditemukan pada aspek teknis, seperti gangguan AC dan keterbatasan ruang bangunan eksisting yang belum sepenuhnya sesuai dengan standar jarak tempat tidur dan aksesibilitas kamar mandi. Rumah sakit telah menyiapkan strategi jangka menengah berupa rencana pembangunan gedung baru khusus pelayanan infeksius. Secara keseluruhan, RSUD Kartini Karanganyar dinilai siap secara struktural dan fungsional dalam mendukung implementasi KRIS. Komitmen manajerial, perencanaan strategis, serta respons adaptif terhadap regulasi menjadi faktor penting dalam kesiapan tersebut. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan kebijakan dan strategi rumah sakit dalam meningkatkan mutu, efisiensi, dan keadilan pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2026