Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di wilayah perkotaan Indonesia, termasuk di Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab banjir serta mengkaji partisipasi masyarakat dalam upaya penanggulangan banjir. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi di beberapa wilayah rawan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir di Kota Pekanbaru disebabkan oleh kombinasi faktor alam seperti curah hujan tinggi dan kondisi topografi, serta faktor manusia seperti alih fungsi lahan, sistem drainase yang tidak memadai, dan perilaku membuang sampah sembarangan. Dampak banjir meliputi kerugian material, kerusakan infrastruktur, gangguan aktivitas sosial-ekonomi, serta risiko kesehatan masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam penanggulangan banjir telah terlihat dalam bentuk ide/gagasan, tenaga (gotong royong), serta dukungan sosial, namun masih bersifat terbatas dan belum merata. Partisipasi tersebut juga cenderung reaktif dan belum didukung oleh sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan. Selain itu, rendahnya partisipasi finansial, keterbatasan anggaran pemerintah, serta lemahnya koordinasi dan komunikasi menjadi kendala utama dalam upaya mitigasi banjir. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan banjir serta mewujudkan masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
Copyrights © 2026