Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan tata kearsipan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tasikmalaya serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn yang meliputi standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, komunikasi antar organisasi, karakteristik organisasi pelaksana, disposisi pelaksana, serta lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan tata kearsipan belum berjalan optimal. Meskipun telah memiliki landasan hukum yang jelas, masih terdapat kendala berupa rendahnya pemahaman perangkat daerah, keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana, serta komunikasi antar organisasi yang belum efektif. Selain itu, pembagian tugas dalam pengelolaan arsip dinamis dan statis belum berjalan secara ideal sehingga memengaruhi efektivitas pelaksanaan kebijakan.
Copyrights © 2026