Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan laba PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk menggunakan metode Break Even Point (BEP). Perusahaan yang bergerak di industri makanan dan minuman ini mencatatkan penjualan neto sebesar Rp 8.874 miliar dengan laba bersih Rp 1.154 miliar pada tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan konsolidasian audited tahun 2024. Analisis dilakukan melalui klasifikasi biaya, perhitungan contribution margin, Break Even Point, margin of safety, dan simulasi skenario target laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur biaya perusahaan didominasi biaya variabel sebesar Rp 5.724 miliar (77,6%) dengan biaya tetap Rp 1.656 miliar (22,4%). Break Even Point berada pada level penjualan Rp 4.665 miliar dengan margin of safety 47,4%, mengindikasikan posisi keuangan yang solid. Contribution margin ratio sebesar 35,5% menunjukkan setiap rupiah penjualan berkontribusi 35,5 sen untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba. Simulasi perencanaan laba mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan laba hingga 30% menjadi Rp 1.500 miliar, perusahaan hanya memerlukan peningkatan penjualan sebesar 0,2%. Analisis sensitivitas menunjukkan perubahan biaya variabel memiliki dampak paling signifikan terhadap pencapaian target laba. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi manajemen untuk fokus pada pengendalian biaya variabel dan efisiensi operasional dalam mencapai target profitabilitas
Copyrights © 2026