School well-being merupakan aspek penting dalam kehidupan siswa karena berkaitan dengan kenyamanan, rasa aman, relasi sosial dan pengalaman positif selama berada di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan school well-being siswa ditinjau dari usia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Subjek penelitian berjumlah 122 siswa yang terdiri atas siswa usia 12 tahun, 13 tahun dan 14 tahun. Data dikumpulkan menggunakan skala school well-being berbentuk likert dan dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan school well-being yang signifikan berdasarkan usia. Siswa usia 12 tahun memiliki school well-being yang tertinggi, sedangkan usia 14 tahun memiliki school well-being terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa usia perlu diperhatikan dalam penyusunan program dukungan sekolah.
Copyrights © 2026