Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sistem upah terhadap kesejahteraan keluarga pekerja tambang pasir di Desa Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, serta mengkaji ketidakpastian pengupahan dalam perspektif ekonomi Islam. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan utama pekerja tambang, serta informan tambahan berupa pemilik tambang dan mandor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem upah borongan memberikan dampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan dasar keluarga, namun juga menciptakan ketidakpastian akibat faktor eksternal seperti keterlambatan pembayaran konsumen, kerusakan alat, dan kondisi cuaca. Dampak tersebut meliputi terhambatnya pemenuhan kebutuhan pokok, pendidikan anak, serta memaksa keluarga untuk berutang. Dalam pandangan ekonomi Islam, pengupahan yang adil dan tepat waktu merupakan bagian dari prinsip keadilan (‘adl) dan perlindungan harta dalam maqashid syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pengupahan saat ini belum sesuai dengan prinsip syariah karena kurangnya kepastian dan keadilan dalam pelaksanaannya. Implikasi temuan ini menunjukkan pentingnya reformasi sistem pengupahan tambang pasir dengan menerapkan prinsip transparansi, kepastian waktu pembayaran, dan distribusi yang adil guna mendukung keberlanjutan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Rekomendasi mencakup penguatan akad kerja, sistem pembayaran konsumen yang lebih tegas, serta dana talangan upah dari pemilik tambang.
Copyrights © 2026