Perkembangan teknologi digital membuat media sosial dan dunia virtual menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja. Dunia virtual tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga sebagai pelarian emosional bagi remaja yang mengalami kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perasaan kesepian pada remaja dalam aktivitas dunia virtual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa remaja memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memperoleh kenyamanan emosional, dukungan sosial, dan rasa diterima. Fenomena ini berkaitan dengan digital escapism, yaitu kecenderungan melarikan diri dari tekanan kehidupan nyata ke dunia virtual. Namun, penggunaan dunia virtual secara berlebihan dapat berdampak negatif terhadap hubungan sosial remaja di kehidupan nyata.
Copyrights © 2026