Penelitian ini dilatarbelakangi dari parafilia yang sering disalahpahami sebagai penyimpangan moral semata, padahal dalam psikologi klinis ia merupakan bagian dari keragaman hasrat manusia yang kompleks. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan kondisi psikis tertentu, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian fisik, emosional, mental, maupun sosial. Penciptaan karya lukis ini bertujuan memvisualisasikan parafilia sebagai ide penciptaan seni lukis ekspresionis agar masyarakat lebih sadar akan keberadaan dan dampak parafilia, sekaligus mendorong dialog kritis tentang batasan, norma, dan hak individu dalam kehidupan sosial. Metode penciptaan mengacu pada lima tahap kreatif Konsorsium Seni menurut Bandem: persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan penyelesaian. Pendekatan ekspresionisme dipilih untuk merepresentasikan emosi dan kondisi psikologis subjektif melalui distorsi bentuk dan warna non-naturalistik. Hasil penciptaan berupa sepuluh karya lukis berukuran bervariasi antara 110 cm hingga 140 cm,dengan judul: Benaknya didunia lain, Sesuatu yang salah, Tak pantas digerogoti, Tanpa batas, Kesempatan dalam kesempitan, Lemari pakaian ganda, Nekrofilia, Anak yang malang, Memendam, dan Perkuat berhasil memvisualisasikan berbagai bentuk parafilia ekshibisionisme, voyeurisme, frotteurisme, fetishisme, masokisme, sadisme, dan lainnya. Kesimpulannya, parafilia dapat diangkat menjadi ide penciptaan karya seni lukis yang komunikatif dan reflektif tanpa harus melanggar norma etika.
Copyrights © 2026