Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi serta dinamika hubungan keluarga yang terjalin antara mahasiswa perantau yang menempuh pendidikan pada Program Studi Kesejahteraan Sosial dengan anggota keluarganya. Pendekatan kualitatif diterapkan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam yang dilakukan terhadap mahasiswa yang berdomisili terpisah dari keluarga asal. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara mahasiswa membangun dan memelihara komunikasi dengan keluarga selama menjalani pendidikan tinggi di luar daerah asal. Melalui pendekatan ini, peneliti berusaha mengungkap makna dan nilai yang terkandung di dalam setiap proses komunikasi yang dilakukan, meskipun terdapat kendala berupa jarak geografis dan keterbatasan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi komunikasi antara mahasiswa dan keluarga tetap terpelihara dengan baik walaupun keduanya berada di lokasi yang berbeda. Intensitas komunikasi tersebut bervariasi, mulai dari interaksi yang dilakukan setiap hari hingga satu kali dalam seminggu. Sarana komunikasi yang paling umum digunakan meliputi aplikasi WhatsApp, panggilan suara melalui telepon, serta layanan panggilan video. Topik yang dibahas dalam percakapan mencakup berbagai hal, mulai dari kondisi kesehatan, aktivitas sehari-hari, hingga pembahasan mengenai hal-hal lain yang dianggap penting oleh kedua belah pihak.Temuan lain dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa pengalaman hidup merantau dan keterpisahan fisik tidak berakibat pada penurunan kedekatan emosional antar anggota keluarga. Sebaliknya, hubungan yang terjalin justru berkembang menjadi lebih terbuka, penuh kehangatan, dan memiliki makna yang lebih mendalam. Kondisi hidup yang jauh dari lingkungan asal turut membantu mahasiswa dalam memahami lebih dalam mengenai wujud kasih sayang, perhatian, serta pengorbanan yang telah diberikan oleh orang tua selama ini.
Copyrights © 2026