Penelitian ini mengkaji kombinasi unsur seni rupa dalam arsitektur Istana Maimun sebagai representasi identitas budaya Melayu Deli di Sumatera Utara. Istana Maimun yang dibangun pada tahun 1888 merupakan peninggalan Kesultanan Deli yang memadukan gaya arsitektur Melayu, Islam Timur Tengah, India Mughal, dan Eropa dalam satu bangunan yang kohesif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumentasi visual yang dapat dipertanggungjawabkan. Analisis dilakukan menggunakan kerangka teori representasi Hall dan semiotika Barthes (dalam Piliang, 2012). Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat unsur seni rupa, yaitu warna kuning keemasan, ornamen motif pucuk rebung dan awan boyan, bentuk atap limas, serta perpaduan gaya arsitektur multikultural, bekerja sebagai sistem representasi yang mengkonstruksi identitas budaya Melayu Deli secara aktif dan berlapis. Identitas Melayu diposisikan sebagai fondasi yang tidak tergoyahkan, sementara pengaruh budaya luar berfungsi sebagai lapisan yang memperkuat kesan kemegahan dan keterhubungan Kesultanan Deli dengan peradaban yang lebih luas. Istana Maimun dengan demikian bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan medium komunikasi identitas budaya yang terus bekerja lintas generasi.
Copyrights © 2026