Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar pada siswa kelas IX-7 SMP Negeri 12 Medan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 22 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis yang mengukur pemahaman siswa terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah dan konteks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa mencapai 86,55 dengan ketuntasan klasikal sebesar 90,91%. Sebanyak 20 siswa (90,91%) dinyatakan tuntas, sementara 2 siswa (9,09%) belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sebesar 75. Nilai tertinggi yang dicapai adalah 96 dan nilai terendah 67, dengan rentang nilai 29 poin. Distribusi nilai menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori sangat baik (45,45%) dan baik (45,45%). Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaktuntasan siswa meliputi faktor kognitif, motivasi belajar, kebiasaan belajar, serta dukungan lingkungan keluarga. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program remedial bagi siswa yang belum tuntas, program pengayaan bagi siswa berprestasi, serta peningkatan kualitas pembelajaran melalui pendekatan berdiferensiasi, asesmen formatif, dan kolaborasi dengan orang tua.
Copyrights © 2026