Penelitian ini bertujuan menganalisis wacana ekologis dalam pemberitaan banjir dan longsor di Sibolga dan Tapanuli Tengah pada platform TikTok dan Twitter/X melalui pendekatan ekolinguistik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori Arran Stibbe yang meliputi framing, erasure, dan ideologi ekologis. Data berupa postingan dan komentar warganet selama November 2025-Januari 2026 yang diperoleh melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan dua pola utama, yaitu bencana dipahami sebagai peristiwa alam dan sebagai dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia. Sejumlah postingan media masih memperlihatkan erasure karena pelaku kerusakan lingkungan tidak disebutkan secara jelas. Komentar warganet didominasi ideologi ekologis beneficial yang mengaitkan bencana dengan deforestasi dan lemahnya pengawasan lingkungan. TikTok lebih menonjolkan sisi visual dan emosional, sedangkan Twitter/X menjadi ruang kritik ekologis dan argumentasi publik.
Copyrights © 2026