Pemanfaatan daun kunyit (Curcuma longa L. ) sebagai herbal alternatif masih terkendala karena minimnya data saintifik mengenai komposisi kimianya, terutama jika dibandingkan dengan rimpangnya. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi profil senyawa metabolit sekunder dari golongan alkaloid, flavonoid, dan saponin dalam daun kunyit asal Kota Medan, menggunakan uji fitokimia kualitatif. Tahapan yang dijalani meliputi persiapan simplisia kering, proses ekstraksi dengan maserasi memakai pelarut etanol 70% selama 72 jam, dan pengujian kualitatif dengan reagen khusus. Analisis kualitatif menunjukkan hasil negatif pada semua indikator yang diperiksa; tak terbentuk endapan pada uji Mayer dan Dragendorff (alkaloid), tak ada perubahan warna merah tua pada uji Shinoda (flavonoid), dan tak timbul busa stabil saat uji kocok (saponin). Kondisi ini mengindikasikan bahwa kadar ketiga jenis senyawa tersebut berada di bawah ambang deteksi metode kualitatif yang dipakai. Secara biologis, keadaan ini merefleksikan perbedaan peran organ tanaman, di mana daun lebih terfokus pada fotosintesis, sementara penimbunan metabolit sekunder umumnya terjadi di rimpang sebagai organ penyimpan cadangan makanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa daun kunyit dari Kota Medan memiliki kadar alkaloid, flavonoid, dan saponin yang sangat sedikit, sehingga kurang ideal dijadikan sumber utama untuk memisahkan senyawa-senyawa tersebut.
Copyrights © 2026