Repetitive Negative Thinking (RNT) merupakan pola berpikir berulang, sulit dikendalikan, dan berfokus pada pengalaman negatif maupun kemungkinan buruk di masa depan. RNT diketahui berperan sebagai faktor transdiagnostik yang mendasari berbagai permasalahan psikologis, termasuk kecemasan, stres akademik, dan gangguan fungsi sehari-hari. Partisipan berusia 27 tahun yang mengalami kecenderungan berpikir negatif berulang terkait penyelesaian tesis, ketidakpastian pekerjaan, konflik interpersonal, dan penilaian sosial dari lingkungan. Intervensi diberikan dalam enam sesi CBT yang meliputi asesmen dan konseptualisasi kasus, identifikasi pikiran otomatis negatif, restrukturisasi kognitif, problem solving, pengambilan keputusan, serta pencegahan kekambuhan. Data diperoleh melalui wawancara klinis, observasi, catatan terapi, dan evaluasi perkembangan partisipan selama proses intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan frekuensi dan intensitas RNT, peningkatan kemampuan mengidentifikasi serta mengevaluasi pikiran otomatis negatif, peningkatan keterampilan pemecahan masalah, serta peningkatan kemampuan menghadapi tuntutan akademik dan interpersonal secara lebih adaptif.
Copyrights © 2026