Penelitian ini mengkaji wacana lingkungan di media kampus melalui perspektif ekolinguistik dengan fokus pada persepsi mahasiswa sebagai upaya pelestarian lingkungan. Permasalahan lingkungan yang semakin kompleks menuntut peningkatan kesadaran ekologis, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Media kampus memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi serta membangun kesadaran mahasiswa terhadap isu lingkungan melalui penggunaan bahasa yang persuasif dan komunikatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan ekolinguistik. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner daring kepada 60 mahasiswa dari berbagai program studi dan semester. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase jawaban responden pada setiap pernyataan dalam kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memberikan respons positif terhadap keberadaan wacana lingkungan di media kampus. Persentase jawaban setuju dan sangat setuju berada pada kisaran 73,4%–86,7%. Mahasiswa menilai bahwa slogan, poster, himbauan, dan media sosial kampus mampu meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta perilaku ramah lingkungan. Dalam perspektif ekolinguistik, penggunaan bahasa dalam media kampus terbukti memiliki hubungan erat dengan pembentukan kesadaran ekologis mahasiswa. Dengan demikian, media kampus tidak hanya berfungsi sebagai sarana informasi, tetapi juga sebagai media edukasi lingkungan yang mendukung upaya pelestarian lingkungan di kalangan mahasiswa.
Copyrights © 2026